Friday, January 31, 2014

Membangkitkan Bung Hatta


Berkenaan dengan tema Menghadirkan Teladan Kepemimpinan Bapak Bangsa di Masa Kini yang terkandung dalam pesan berjudul “Mengenang Pemimpin Teladan” di www.darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju. Karena dengan kita mengenang sosok founding father kita yakni bung Hatta dan bung Karno menjadikan kita termotivasi untuk dapat lebih memajukan bangsa ini.
Mohammad Hatta
Terutama bung Hatta, sosok yang sering disebut Bapak Proklamator dan Bapak Koperasi Indonesia ini memang sangat pantas untuk dijadikan anutan. Beliau orang yang sangat bersahaja, cerdas dan tidak haus akan kekuasaan. Bung Hatta, sebagai wakil presiden pertama Indonesia yang lahir di Tanah Minang merupakan orang yang taat beragama namun juga memiliki sifat toleransi yang tinggi. Beliau  dikenal sebagai seorang yang berjiwa bersih, jujur dan amanah hingga pantas jika nama beliau dijadikan sebagai sebuah penghargaan bagi kepala pemerintah yang baik.
Kegunaan penghargaan ini selain memberikan sebuah motivasi bagi kepala pemeritahan lain agar dapat bekerja dan melayani publik dengan sebaik-baiknya juga sebagai pengenang atas jasa-jasa yang telah belaiu berikan untuk bangsa ini. Penghargaan seperti bung Hatta award ini sebaiknya tidak hanya diberikan kepada para pemimpin pemeritahan tetapi juga diberikan kepada para pegawai pemerintahan.
Yang Disayangkan..
Banyaknya kasus penyelewengan kekuasaan oleh oknum pemerintah menyebabkan kepecayaan masyarakat atas kinerja mereka menurun. Hal tersebut sangat disayangkan dapat terjadi. Masyarakat harusnya tidak hanya melihat para oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut tapi juga dapat melihat dan meneladani sosok yang memiliki reputasi dan integritas yang tinggi seperti Bung Hatta, sehingga ia sangat disegani oleh banyak kalangan bahkan ketika tokoh tersebut sudah tidak ada. Dengan demikian sebenarnya kita masih memiliki figur yang patut untuk ditiru oleh kita semua.
Adapun kondisi kekinian, sebenarnya masih ada pegawai pemerintah yang benar-benar bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi mereka, namun karena ‘keberadaan’ mereka tidak banyak dipublikasikan oleh media dan/atau pamornya kurang tenar dibandingkan berita kasus tak bertanggung jawab yang dilakukan oleh oknum pemerintah, menyebabkan tokoh-tokoh pemerintah teladan tersebut kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Jika pun ada pemberitaan tentang keteladanan para pejabat pemerintah saat ini, kadang kala hanya dianggap masyarakat sebagai upaya pencitraan diri atas pejabat tersebut. Mengenai benar-tidaknya hal ini sepertinya hanya ‘pelaku’, awak media dan Tuhan yang tahu.

Para tokoh  pemerintahan bangsa ini harusnya memiliki kesadaran akan tugas mereka sebagai pelayan publik. Mereka harus sadar bahwa gaji dan segala fasilitas yang mereka gunakan merupakan pemberian rakyat. Harus selalu diingat bahwa kedudukan dan jabatan mereka hanya sementara. Mereka harusnya memberi teladan sikap sederhana dan menaati segala aturan. Hal ini akan menjadikan para pejabat dapat memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat dan akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri, baik bagi tokoh tersebut maupun bangsa kita sendiri.
Bagaimana bisa maju?
Kita tidak perlu ‘membangkitkan’ kembali bung Karno dan Bung Hatta untuk dapat memajukan bangsa ini, yang perlu kita perlukan hanya meneladani sikap-sikap para tokoh tersebut dan menerapkan setiap hal baik yang dimiliki mereka. Dengan semangat muda yang kita miliki, kita dapat memajukan bangsa ini. Yang perlu kita perlukan hanya menyatukan tujuan, ingin dibawa kemana bangsa kita? Ingin dijadikan apa bangsa kita yang katanya kaya akan sumber daya alam ini?
Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk dapat memajukan bangsa ini. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal utama yang sangat dibutuhkan. Oleh karenanya, sejak tahun 2010 pemerintah sudah berupaya membantu para siswa lulusan SMA/SMK/MA yang memiliki prestasi akademik baik dengan memberikan bantuan pendidikan kuliah yakni bidik misi. Dengan beasiswa ini, para siswa lulusan SMA/SMK/MA yang memiliki kendala dalam hal ekonomi dapat melanjutkan studinya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia. Menjadikan Indonesia siap menghadapi tantangan global.
Indonesia negara yang sangat kaya sumber daya alam dan mineral. Adalah suatu ironi yang sangat disayangkan apabila masih banyak diantara masyarakat kita yang hidup dalam lembah kemiskinan. Kita harus bisa mengelolanya. Kita bisa memaksimalkan setiap potensi alam yang ada, menjaga ketahanan nasional, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme yang lebih tegas dan tanpa pandang bulu akan menjadikan negara kita lebih maju. Kita butuh aparatur negara yang jujur, bersih dan amanah dan hal tersebut BUKAN hanya retorika, janji manis ketika pemilu lantas menghilang setelah para kandidat tersebut terpilih. Masyarakat tidak membutuhkan oknum seperti itu.
Hal lainnya yakni kita dapat melakukan kerja sama dengan negara lain yang lebih maju. Dalam hal ini, negara kita harus tetap memegang kendali penuh dan bertindak tegas atas sumber daya yang ada, sehingga tidak menjadikan bangsa Indonesia ini bak boneka yang dikendalikan oleh bangsa lain. Kita harus dapat melakukan tindakan nyata, tidak hanya berupa ocehan. Oleh karenanya, diperlukan kesadaran dari berbagai elemen pemerintah dan masyarakat untuk dapat bekerja sama dan sesuai dengan tugas pokoknya masing-masing dan saling bahu-membahu memajukan bangsa ini.
Hal diatas hanyalah beberapa yang dapat kita lakukan untuk dapat memajukan bangsa kita. Sekali lagi, kita tidak perlu membangkitkan Bung Hatta untuk dapat memajukan bangsa ini, yang perlu kita perlukan hanya meneladani sikap-sikap para tokoh tersebut dan menerapkan setiap hal baik yang dimiliki mereka. Dengan semangat muda yang kita miliki, kita dapat memajukan bangsa ini. Yakini, kita mampu, kita sanggup dan kita bisa!
Salam pemuda Indonesia!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.



pict source : duakutub.com

5 comments:

Post a Comment