Tuesday, December 13, 2016

Yuk Bersama Sukseskan Gerakan Nasional Non Tunai!

0 comments
Dua tahun lebih, tepatnya sejak Agustus 2014 lalu pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) meluncurkan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Selama masa itu, saya belum melihat kemajuan yang benar-benar tampak jika sedang berada di kota saya, Serang. Tempat-tempat yang bisa saya gunakan untuk ikut serta mensukseskan program itu disini masih sangat terbatas. Belum banyak masyarakat (baik penjual maupun pembeli) yang sadar akan penting serta mudahnya bertransaksi dengan uang non tunai.
Oya, uang non tunai disini bukan hanya berarti kita membayar suatu barang/jasa dengan kartu kredit ya! Uang non tunai disini lebih tepat diartikan sebagai alat pembayaran tunai selain uang kertas dan uang logam yang masih biasa kita gunakan sehari-hari. Contoh uang non tunai adalah kartu debit, kartu prabayar seperti Mandiri emoney, BNI tap cash, flazz BCA, BRI Brizzi serta aplikasi pembayaran pada smarphone yakni UANGKU, Gopay, Mandiri ecash, SAKUKU BCA, Indosat Dompetku, T-cash Telkomsel, XL Tunai dll. Nah segala bentuk pembayaran ‘tunai’ dengan media pembayaran di atas inilah yang disebut ‘non tunai’ yang dimaksudkan oleh pemerintah melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) atau smart money wave.
Beberapa contoh alat pembayaran nontunai
Meski di Serang program GNNT ini belum begitu berkembang, hal yang berbeda jika saya sedang berada di Ibu Kota dan sekitarnya, saya bisa sehari-dua hari tidak memakai uang tunai. Mungkin seandainya saya tinggal di Jakarta lebih lama saya memang tidak membutuhkan uang tunai lagi karena hampir seluruh kebutuhan bisa dibayar dengan uang elektronik yang berupa kartu atau aplikasi di smartphone yang saya gunakan.
Saya pernah mendengar cerita yang menarik di Jakarta dari Fanny Verona, pemateri nangkring social media marketing bersama Kompasiana. Ada seorang pedagang gorengan yang menggunakan QR code generator di telepon pintar yang ia gunakan sebagai media pembayaran bagi pembeli yang ingin membeli barangnya via UANGKU atau aplikasi lainnya yang dapat melakukan pembayaran di tempat dengan melakukan pemindaian (scanning) kode QR. Menurut saya itu menarik sekali karena pihak yang memberikan QR code untuk pembayaran biasanya hanya entitas bisnis besar seperti restoran, café dan hotel. Ini pedagang dalam skala UKMM di Jakarta bisa menggunakan kode QR. Benar-benar mantap jiwaaa..
Contoh kode QR (Quick Response) via qr-code-generator.com
Sejak saat itu saya jadi tertarik untuk menelusuri aplikasi apa yang digunakan pedagang tersebut dalam memberi kode QR untuk transaksi pembayarannya serta bagaimana cara untuk memperoleh dan menjalankan aplikasi tersebut. Sayangnya hingga saat ini saya belum benar-benar menemukan jawaban atas rasa penasaran saya itu.
Aplikasi QR code generator tentu sangat bermanfaat bagi berbagai pihak mulai dari para pelaku bisnis seperti pedagang, sopir angkutan umum dan toko retail hingga organisasi nirlaba seperti yayasan atau badan amal lainnya dalam mengumpulkan donasi. Hal ini karena selama ini yang banyak berkembang adalah media pembayaran untuk pembeli, sedangkan media sejenis untuk penjual/penerima dana masih belum banyak dikembangkan.
Dengan adanya QR code generator, pihak penjual cukup memberikan QR code pembayaran kepada pembeli, lalu pembeli men-scan QR code tersebut via aplikasi pembayaran di smartphonenya, lalu muncul konfirmasi pembayaran yang akan dilakukan pembeli. Setelah menekan tombol OK, taraaa pembayaran telah sukses dilakukan dari genggaman kita langsung tanpa perlu membuka dompet lagi. Saya rasa ini adalah gambaran masa depan pembayaran segala jenis transaksi langsung kita suatu hari nanti. Semoga saja hari itu akan segera tiba. Aamiin.

Bisa dimulai dari sekolah
Saya dulu pertama kali membuka rekening tabungan di bank saat kelas XI SMK. Saat itu saya mendapat bantuan pendidikan dari Wardah Foundation yang mengharuskan setiap penerimanya memiliki rekening tabungan di Bank. Jadilah itu awal mula saya memiliki rekening tabungan dan mengenal pelayanan di bank dalam kehidupan nyata.
Saya pikir Gerakan Nasional Non Tunai ini dapat berjalan sukses dengan diawali pengenalan produk perbankan di sekolah. Bukan hanya secara teoritis saja, namun setiap siswa juga diwajibkan untuk memiliki rekening tabungan di bank, mengingat siswa di daerah rata-rata memang tidak memiliki rekening di bank jika tidak diwajibkan. Pengaplikasiannya bisa diterapkan pada siswa kelas XI atau kelas XII karena siswa di tingkat ini rata-rata telah berusia 17-18 tahun sehingga sudah memiliki KTP yang menjadi salah satu persyaratan pembukaan rekening di bank.
Dengan memiliki rekening di bank, akses para siswa, yang setelah lulus SLTA nanti menjadi pekerja, mahasiswa atau berwirausaha untuk mengenal dan melakukan pembayaran dengan uang non tunai menjadi semakin terbuka. Hal ini didukung dengan kepemilikan smartphone pada hampir seluruh kalangan masyarakat, termasuk para siswa di sekolah. Di samping itu, untuk lebih mensukseskan GNNT, pihak-pihak terkait juga seyogyanya menyediakan media pembayaran dari penjual yang lebih mudah (seperti QR code generator di atas) serta dapat tersebar merata di seluruh Indonesia.

Karena non tunai adalah kebutuhan
Saya sangat mendukung adanya GNNT ini. Menggunakan uang non tunai terasa jauh lebih aman dan nyaman.
Uang non tunai lebih aman karena kita tak perlu khawatir adanya uang palsu. Uang non tunai yang digunakan adalah uang elektronik berbentuk kartu dan aplikasi dalam smartphone sehingga uang milik kita jadi lebih aman dari pencuri atau pencopet. Berbeda dengan uang tunai yang mudah rusak dan kotor, uang non tunai juga bersifat tahan lama dan mudah dibersihkan. Selain itu, dengan menggunakan uang non tunai dompet kita juga jadi lebih awet karena hanya berisi uang tunai secukupnya saja.
Uang non tunai juga lebih nyaman digunakan karena kita cukup mengambil kartu atau smartphone saat memakainya. Saat membayar kita cukup memastikan jumlah yang harus kita bayarkan sesuai dengan barang/jasa yang kita beli tanpa perlu menghitung jumlah uang yang harus dibayarkan. Bayangkan jika menggunakan uang tunai, selain kita harus menghitung jumlah uang uang akan dibayarkan, jika ada uang kembalian kita juga harus menghitung ulang uang tersebut agar tidak ada kesalahan. Menggunakan uang non tunai jauh lebih aman, nyaman dan praktis, bukan?

Jadi, ayo kita bersama-sama mensukseskan Gerakan Nasional Non Tunai alias smart money wave!
Cause smart people use smart money!

Thursday, December 8, 2016

Semangat!!

0 comments
If you compete with others, you become bitter.If you compete with yourself, you become better.
Itu pesen MS di fotonya sore ini.
Gw suka sama hampir semua caption di tiap fotonya. Isinya kebanyakan nasihat, tapi pake bahasa sehari2. Ga formal2 banget jadi kesannya ngga menggurui tapi berbagi, dan menurut gw itu jadi jauh lebih mudah keaplikasi di kehidupan kita sehari2.
Hmm kalo dipikir2 iya juga sih ya. Jadi kalo kita compete/bersaing dengan orang lain (dalam urusan dunia) itu pasti ga enak, pahit. Kita jadi selalu ga puas diri, ga bersyukur dan ga bahagia atas apa yang kita miliki saat ini. Beda halnya kalo kita bersaing dengan diri kita sendiri. Kita bersaing agar kita di hari ini jadi lebih baik dari kita yang kemarin. Pasti itu bakal memacu kita untuk jadi lebih baik, lebih tenang dan lebih bahagia serta lebih mensyukuri nikmatNya.
Waktu Hari Pahlawan 10 November 2016 lalu, ada juga caption dari RK begini:
Musuhmu hari ini adalah dirimu sendiri. Dirimu yang malas, minder, manja, hater, hedon, pamer. Kamu adalah Pahlawan jika sudah bisa mengalahkan negativitas dalam dirimu sendiri.
Gw suka igean salah satunya karena ada mereka, orang2 yang selalu memotivasi, menularkan semangat perubahan, passion hidupnya kepada gw, juga setiap orang di jagat maya.
Kebetulan saat ini gw ngerasa lagi ada di palung terdalam ketidakproduktivan gw hahaa apa sih. Oya btw gw ngitung produktivitas gw dengan melihat berapa banyak duit yang bisa gw dapet dari kegiatan gw di internet. Dan rasanya udah lama banget ga ada yang transfer uang ke rekening gw and even now there’s no amang kurir gitu yang biasanya ke rumah. Sedih..
Gw selalu berpikir kalo gw ga boleh cuma ngabisin duit buat beli kuota tanpa dapet duit buat beli kuota itu lagi. Gw ga boleh ngabisin berjam2 ngetik dan ngadep netbook sampe jari2 keriting dan mata belekan tanpa dapet apa2.
Mungkin kedengernya matrealistis ya.. but since you don’t know me, how I survive my life, you don’t have any rights to judge me by that statement.
Intinya semangat Maesaroh Siti.. eh Siti Maesaroh yang sekarang sudah ada gelar SE di belakang namannya 👱 #cieegitu

You have your own mood, its up to you to do whatever you want upon it, then boost it!

Akhirnya Gw Sidang!!

0 comments
amazonaws.com
Gw mau sedikit cerita tentang tanggal 17 November 2016 kemarin. It’s a late story.. telat ya sebenernya. Tapi gapapa haha buat pengingat aja.. lagian kesibukan sama kecapekan gw akhir2 ini bisa dibilang bermula dari beberapa hari dari tanggal itu dan setelahnya, sampe sekarang 8 Desember 2016.
Jadi di hari Kamis, 17 November 2016 itu gw sidaaaangg!! Alhamdulillah senangnya~ akhirnya skripsi gw bisa disidangkan juga.. itu gw daftar sidang dari hari Jumat, tanggal 14 Oktober cuy, sebulan lebih nunggu jadwal sidang yang waktu itu bener2 ga pasti gara2 birokrasi jurusan gw yang ribet abis kaya benang kusut.
Hmm ngomongin jurusan gw itu emang harus banyak sabarnya dan juga banyak duitnya. Mentang2 kita jurusan yang banyak berkaitan dengan uang, trus mereka2 seolah seenaknya aja malakin kita. Dikira cari duit segampang cuma nerima transferan gaji doang while kerja cuma fingerprint pas masuk dan pulang kantor tapi di jam kerja malah jalan2 atau main2 doang apa (ini emang kerjaan mayoritas orang2 yang seragamnya ijo2 itu).
Mau lapor ke saber pungli serba salah juga sih. Yang begituan kan bikin almameter kita jelek juga. Beberapa bulan yang lalu aja sebenernya jurusan gw sampe diperiksa BPK. Tapi yah ada ajalah mereka mah trik2nya biar bisa tetep dapet uang. Donasi buku lah apa lah.
Yang bikin kesel gw kan anak jurusan ini, kenapa sih waktu gw bayar donasi itu gw ga bisa lebih kritis dikit aja. Itu bukti transaksi/bayarnya gaada tanda tangan yang nerima uangnya (sekjur), ga ada stempelnya, ga ada logo penerbit yang katanya kerja sama dengan jurusan. Bukti bayarnya cuma kertas biasa, warna putih dengan tulisan KWITANSI di atasnya. Kesell..
Waktu pas bayar yang gw tanyain cuma Bapak kerja sama dengan penerbit mana ya? Trus dia keliat kaget dan bingung gitu. Trus diem aja. Ish kmprt banget. Mana kembalian gw kurang 10rb lagi. Gw sebenernya agak takut tau sama dia hahaa
Waktu gw bayar sekjurnya ngasih beberapa lembar kertas berisi daftar buku beserta harganya. Nah buku yang disuruh dia beli itu buku yang paling mahal. Udah gitu kita ga boleh beli dari luar dan harga beli via jurusan itu lebih mahal 150ribu dari yang di toko buku online! Kan kesell.. apa salahnya sih kl beli sendiri dari luar, toh nanti kl misalkan bukunya emang buat donasi ke perpus fakultas ya ujung2nya juga sama2 bakal kesono. Kenapa belinya mesti banget harus lewat dia?? Hhhhh KZL.
Oya, donasi buku ini setelah sidang ya. Trus pas sidang kita wajib bawa snack, bingkisan buah, makan siang dan minum masing2 tiga buah. Untunglah di kelompok sidang gw ga ada anak yang bawa barang yang aneh2 mahal atau lebih dari tiga atau bawa makanan lain selain jenis2 yang tadi gw sebutin. Jadi jatah uang gw yang buat sidang bisa aman terkendalii.. (maklum udah lama ga minta uang ke Bapa.. hehe jadi kl bukan buat nyenengin ortu+adek2 harus irit :’D)
Soalnya kelompok yang sidang abis gw pada gokil2. Ada yang bawain coklat lah, bawain donat atau roti J.Co yang setengah lusinan itu, dll. Katanya sih itu bisa ngeboost nilai sidang. Tapi menurut gw tergantung dosennya juga. Alhamdulillah dosen2 penguji dan pembimbing gw mah kayanya bukan tipikal orang2 yang mau dikasih gratifikasi2an gitu. Bawaan yang gw bawa ya normal2 aja sesuai yang disuruh, bahkan mungkin terkesan lebih sederhana kl dibandingin bawaan temen2 yang lain. Tapi alhamdulillah.. nilai > 85 mah dapet. Alhamduillaah pokoknya mah :)
Sebenernya gw agak ga nyangka loh dapet nilai itu. Gw kira gw ga lulus gara2 presentasi sidang gw ga kondusif banget. Kan awalnya gw sidang di Ruang Rapat Pimpinan FEB. Nah ruangan itu ada di lantai 2 Gedung FEB yang menghadap depan dan ga ada peredam suaranya. Mungkin ga pake peredam suara gara2 ada banyak jendela kacanya kali ya. Entahlah. Di hari gw sidang itu, di teater terbuka yang terletak hampir persis di depan fakultas gw) lagi ada acara Pandawa.
Bisa dibayangin dong gimana ‘rame’nya sidang gw. Sedih ramenya bukan karena ada banyak supporters gw yang dateng tapi gara2 ada acara Pandawa itu. Mana suara gw kecil. Di awal2 gw nervous banget lagi sampe disuruh minum dulu sama dosbing gw.
Trus ngeliat presentasi gw ga kondusif akhirnya dosbing gw inisiatif kita pindah ruangan aja, ke ruang kaprodi D3 yang ruangannya ada di tengah dan jendelanya menghadap ke perpus Univ jadi ga begitu berisik. Tapi.. ruangan itu sempit banget gara2 tiap bagian kaprodi (di fakultas gw ada sekitar 5 prodi D3) diberi sekat. Trus ketiga penguji gw itu duduk berderet di satu meja (seukuran meja dosen lah ya). Parahnya di ruang itu ga ada proyektor dan gw ga ngeprint slide presentasi, jadi netbook gw yang kecil ini hampir diadepin ke penguji semua. Gw jadi agak susah kan liatnya..
Hhh yaudahlah gw jadi nyerocos sendiri. Liat slidenya beneran sesekali doang kalo gw mau nyebutin angka yang gw lupa.
Yang paling nyebelin dengan presentasi sidang gw itu adalah, gw kayak dicuekin, banget. Dua penguji gw yang waktu sempro dulu jadi dosen penelaah tu ngobrol2 aja, sampe selfie segala! Hadeh pokoknya itu sempet bikin gw gendek lah hahaa. Tapi bodo ah yang penting gw jelasin.
Oya gw presentasi ga nyampe dua jam sesuai di jadwal loh untungnya haha. Waktu itu salah satu penguji gw ada keperluan jam 1 nya. Jadi gw mulai presentasi jam 11an, jam 12an gw udah selesai. Waktu itu ga banyak sih yang ditanyain. Pertanyaannya Cuma kayak iseng2 aja. Mungkin karena dosen penelaah gw itu buru2 juga kali ya.
Cuma revisinya gilee.. gw nambah periode dong satu tahun lagi, yang artinya gw mesti collect and running data lagi dari awal. Trus judul sama kata2 judul dan data penelitian skripsi gw mulai halaman jilid sampe lampiran juga mesti ganti kan gegara nambah satu tahun itu. Mantap jiwaaa..
Selesai sidang nunggu yang lain sidang sambil sholat dzuhur, ngambil makan siang buat dosen2 penguji gw itu, trus ketemu temen2, kenalan2 di jalan minta doa haha biar sidang gw lulus. Sambil nunggu yang lain selesai sidang itu gw sempet tiduran juga di teras mesjid gara2 capek dan agak ngantuk.
Jam 3 semua anak di kelompok gw udah pada selesai sidang. Trus kita langsung Yudisium di ruang rapat pimpinan FEB (tempat gw seharusnya sidang). Karena udah hampir sore, acara pandawa di luar kayaknya udah selesai. Pagi sebelum kita mulai sidang kita juga briefing di ruangan ini dulu. Yang mimpin kajur gw langsung. I do more respect to him, more than to sekjur honestly.
Asli deg2an banget. Gw diurutan kedua terakhir di kelompok sidang ini. Sebelum gw ada anak yang disebutin tidak lulus. Duh gw jadi ikut sedih dan lemes banget. Gw inget2 pas sidang gw yang gak kondusif itu, trus penguji gw yang nyuekin gw sampe ngobrol, selfie segala macem pas gw presentasi, trus ekspresi datar penguji2 gw pas gw mau ngasih kotak makan siang ke mereka. Kayaknya gw ga lulus, kata gw dalam hati. Ya Allah kl gw dapet A gw bakal puasa 7 hari. Kalo gw dapet B gw bakal puasa 2 hari. Gw janji.
Gw biasa nyebut diri gw sendiri gw, even ketika gw berdoa (bukan contoh yang baik sebenarnya). Tapi gw dulu pernah bilang, entah di postingan yang mana yang pasti di blog ini, bahwa dengan menyebut diri gw sendiri dengan sebutan ‘gw’ bahkan ketika gw berdoa, gw merasa bahwa Allah = Tuhan = God = Lord dalam hidup gw itu deket, deket banget sama gw sampe gw ngerasa its OK buat pake kata ganti gw. Allah Maha Baik, Maha Mengerti.

Jadilah gw nazar itu ke Allah. Dan ternyata janji yang pertama yang mesti gw jalanin :')
Makasih ya Allah, Alhamdulillah 

Saturday, November 26, 2016

About death

0 comments
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un
Sesungguhnya semua milik Allah dan akan kembali pada Allah.

Death is uncertainty certainty
Maut adalah kepastian yang tidak pasti.

Dalam beberapa waktu belakangan, ada dua orang paling saya sayang yang lebih dulu menghadapNya.
Pertama adalah guru agama saya ketika SMP, pak Mudrik namanya. Beliau adalah guru muatan lokal (Mulok) Baca Tulis Quran (BTQ) sewaktu saya kelas 9. Beliau juga guru pembimbing ekskul kaligrafi.
Tulisan beliau, baik arab maupun latin memang sangat indah. Berbagai gaya tulisan arab beliau kuasai. Beliau biasa diminta tolong oleh guru lain untuk menulis jadwal piket, jadwa pelajaran, caution, dll yang biasa ditempel di dalam dan di sekitar kelas dan sekolah. Beliau juga orang yang biasa menulis berbagai kaligrafi yang ada di berbagai masjid di kota Serang.
Ada satu memori yang tak terlupa bersama beliau, yakni ketika saya bersama Piah dan Lilip, dua teman kelas saya sebagai satu tim mengikuti acara cerdas cermat agama Islam, bersaing dengan perwakilan dari kelas lain. Di acara itu, pak Mudrik berlaku sebagai pembaca soal sekaligus pembuatnya.
Saat itu yang paling berkesan adalah pertanyaan dengan isi yang sama dengan kalimat pembuka di atas, yakni Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, saat itu pak Mudrik baru selesai membacakan kalimat itu, belum membaca soalnya, lalu tiba2 dari tim kelas lain yang diketuai Nugraha menjawab, “Doa ketika ada orang yang kecelakaan atau mendapat musibah”.
“Salah”, kata pak Mudrik “Pertanyaanya belum saya bacakan”.
Kemudian beliau mengulang kalimat Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un yang kemudian diiringi dengan pertanyaan “..adalah kalimat yang disebut?”
Waktu itu tidak ada yang menjawab. Saya sebelumnya juga mengira jawabannya sama dengan jawaban yang disuarakan oleh Nugraha. Tapi ternyata itu jawaban yang salah.
Tidak ada yang menjawab. Pak Mudrik melihat seluruh peserta dan juga hadirin, lalu memberitahukan jawabannya bahwa Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un disebut kalimat istirja’.
Itu adalah salah satu ilmu yang saya dapat dari beliau. Masih ada banyak, banyak sekali ilmu yang saya peroleh dari beliau.
Kepergian beliau yang terasa mendadak, karena saya hanya tahu ketika beliau telah tiada benar2 membuat saya kaget. Beliau masih cukup muda. Mungkin lebih muda dari Bapa saya. But death is uncertainty certainty, kematian adalah kepastian yang tidak pasti. Ia pasti datang. Tapi kita tidak tahu pasti kapan ia akan datang.
Selang beberapa bulan setelah pak Mudrik meninggal dunia, pada malam hari ini 25 November 2016, salah satu mamang, mang Mamun, adik mama saya meninggal dunia.
statusmind.com
Saya biasa memanggilnya dengan tanpa jeda, Mamamun atau Kamamun, begitu saya memanggilnya.
Usianya sekarang mungkin 25-26 tahun. Dulu kita sempat satu SD, lalu bersekolah satu SMP hingga satu SMK. Di sekolah kita selisih 2 tahun, saat ia kelas 3 saya kelas 1.
Mamamun orang yang sangat baik dan juga pendiam. Sepertinya setiap saya minta tolong pasti selalu diusahakannya untuk membantu. Namun saya hampir selalu segan terhadapnya, kadang juga malu, entahlah. Saya hanya merasa saya tidak boleh meminta bantuannya terlalu sering, kecuali ketika sedang terdesak.
Ramadan lalu adalah Ramadan pertama dan terakhir baginya menggunakan Mushola yang baru dibangun di belakang rumahnya yang juga rumah kakek nenek saya. Ia selalu menjadi muadzin disana dan di Mushola kami sebelumnya. Selesai sholat tarawih, biasanya hanya ada saya, dia, Niah (bibi kecil saya, adiknya Mamamun) dan kadang kakek dan nenek saya yang mengaji.
Sms terakhirnya masih ada di hp saya, dia minta dikirimi pulsa 25ribu untuk dibayar nanti. Saya tidak membalasnya saat itu. Saya menyesal tidak mengiriminya pulsa saat itu, juga tidak membalasnya.
Sebelum meninggal ia dibawa ke RSUD Banten dekat rumah kami. Ia dirawat disana 10 hari, kemudian dibawa pulang ke rumah. Selang beberapa hari setelah dirawat di rumah, Mamamun dibawa kembali ke rumah sakit (24/11), kali ini ke RSU Serang yang letaknya dekat alun alun Serang, cukup jauh jika dari rumah kami. Tapi karena RS itu telah lebih lama berdiri dibandingkan RSUD Banten, keluarga kami berharap disana Mamamun bisa mendapat perawatan yang lebih intensif.
Saya menyesal ketika menjenguknya dua kali di RSUD Banten saya tidak begitu menanggapi serius penyakit yang ia derita, yang menurut keterangan nenek dan mama sebut ‘saraf’. Saya katakan ke mama bahwa yang disebut saraf adalah bagian dari anggota tubuh kita, bukan nama penyakit.
Kemudian kang Maruf, yang biasa saya panggil Kang Ayup, kakaknya Mamamun memberikan penjelasan menurut dokter yang menyebutkan bahwa ada ‘flek’ di saraf otak Mamamun. Saat itu saya juga belum begitu khawatir akan penyakit ini. Saya rasa penyakit itu akan sembuh seperti Niah, adiknya yang juga sering sakit kepala berat namun hanya terjadi dalam beberapa waktu saja dan setelah itu pulih.
Rasanya masih belum percaya ia telah tiada. Sore ini mama menyuruh saya untuk meminta teh Susi, adiknya mama, tetehnya Mamamun, mengambilkan foto Mamamun yang sedang dirawat di RSU Serang. Tapi saya malah tidak memintanya, saya pikir karena teh Susi tidak punya aplikasi chat jadi kalaupun mau mengambilkan foto Mamamun, teh Susi harus pulang dulu untuk memberikannya pada saya, untuk diperlihatkan ke mama.
Kata mama semenjak di RSU Serang Mamamun diberikan pernafasan bantuan dengan selang yang mengalirkan oksigen. Ia mendapat kabar itu dari Kang Ayup. Mama ingin menjenguk juga tapi karena suatu alasan tidak bisa. Lalu sebagai gantinya saya perlihatkan foto2 Mamamun saat masih sehat di fb.
Kami sempat menertawakan kebiasaan Mamamun yang memposting foto2 yang ‘tidak lazim’, terutama untuk anak laki2 seusianya, seperti foto pisang satu tandan yang sebagian besar masih hijau, foto ubi warna oranye dan ungu yang sedang direbus, foto tiga buah (tidak berpasangan) yang berbeda warna,  serta foto2 dirinya sendiri yang tampak gagah.
Wajah Mamamun memang gagah. Mamamun juga anak yang penurut, selalu mematuhi apa pun yang diminta emaknya.Ia anak kasayangan emaknya, kesayangan nenek saya, kesayangan kita semua keluarga besarnya. Nenek hanya memiliki dua anak laki laki dan Mamamun adalah anak lelakinya yang bungsu. Dulu sewaktu SMP dan SMK ia hampir selalu jadi pasukan pengibar bendera (paskibra) saat upacara 17 Agustus di kecamatan.
Saya ingat dulu saat saya ospek di SMK, Mamamun jadi anggota tim disiplin (timdis). Bersama ka Bardan dan ka Topani, mereka bertiga terlihat sangat tegas dan juga berwibawa di waktu bersamaan. Setidaknya itu menurut saya.
 Ada hal yang lucu, saat ospek itu dia sedang ‘patroli’ di kelas saya bersama dua orang temannya itu untuk memperkenalkan diri bahwa mereka timdis, sekaligus juga anggota ekskul paskibra.
Usai memperkenalkan diri, tupoksi mereka di ospek dan ekskul paskibra, Ka Bardan lalu bertanya apa diantara kami (para peserta ospek) ada yang berminat mengikuti paskibra juga?
Ternyata yang berminat ada banyak sekali. Hampir semua teman kelas saya mengacungkan tangannya. Lalu ka Bardan meminta tiga orang diantara para peminat untuk maju ke depan untuk dites latihan dasar baris berbaris. Seingat saya, dulu yang maju ke depan adalah Atikah, Njun dan Ririn. Ririn ada di paling kanan deret itu, diikuti Njun dan Atikah yang ada di sebelah kirinya.
Ka Bardan lalu meminta mereka untuk menyiapkan barisan dengan aba aba ‘setengah lancang kanan’. Sebagai orang yang berada di paling kanan harusnya Ririn menjadi patokan dan diam, tidak ikut bergeser. Tapi yang terjadi justru Ririn malah ikut menggerakkan kakinya ke arah kanan sehingga Njun dan Atikah yang ada di sebelah kirinya mau tidak mau ikut ikutan bergeser ke arah kanan untuk menyamakan barisan hingga Njun berujar “Ih gimananya..??”.
Semua anak di kelas sontak tertawa melihat ketiga anak itu, yang sedang disiapkan untuk berderet lurus malah bergeser selangkah demi selangkah ke kanan. Ka Bardan, ka Topan dan Mamamun juga ikut tertawa, meski saat itu saya lihat Mamamun hanya tersenyum. Haha saya memang hampir tidak pernah melihatnya tertawa.
Sore ini Bapa saya ke rumah sakit bersama kang Anan, suami teh Susi ke RSU Serang. Kecuali saat berdagang, Bapa sangat jarang membawa hp nya saat keluar rumah.
Sekitar 20 menit setelah Bapa pergi, HP bapa berbunyi. Saya harus mencarinya terlebih dahulu karena Bapa biasanya menyimpannya di tempat yang tidak biasa agar adik2 saya yang masih kecil tidak bisa menjangkaunya.
Setelah saya mendapatkannya, saya lihat di layar adalah Ma’ruf, Kang Ayup! Tapi begitu saya mau menekan tombol angkat telepon, panggilan malah disudahi.
Jujur saya tidak punya firasat apa pun saat itu. Tapi mama sangat khawatir. Mama lalu meminta saya menelepon balik ke kang Ayup. Tapi hp Bapa tidak ada pulsanya.
Kemudian teh Yanah, istri kang Ayup datang bertanya “tadi kang Ayup nelpon ya? Gimana trus kabarnya??”.
Saya lalu ke kamar untuk mengambil hp saya lalu segera menghubungi kang Ayup. Langsung diangkat tapi tidak banyak yang bisa diucapkan karena beberapa detik setelah mama bilang ‘Halo’, telepon langsung terputus. Pulsa saya juga habis!
Tak lama setelah itu ada pak Yanto, tetangga yang selalu membantu keluarga kami mengantarkan Mamamun ke dan dari rumah sakit mengetuk pintu samping. Karena pintu samping terkunci dan kuncinya dibawa Bapa kami jadi tidak bisa membukanya.
Mama lalu menyuruhnya masuk dari pintu depan. Saya tidak begitu mendengar apa yang mereka bicarakan karena saat itu saya sedang mengerjakan pekerjaan yang selalu dilakukan Bapa setiap malam.
Setelah bertemu dengan pak Yanto itu, mama masuk ke rumah dengan wajah yang tampak pucat. Saya mulai khawatir saat itu. Tapi entah mengapa yang saya khawatirkan justru Bapa, saya khawatir Bapa mengalami kecelakaan saat di jalan.
Lalu mama berkata ke teh Yanah, “Tadi disuruh siap2 di rumah idul (rumah selatan/rumah nenek saya), tapi saya disuruh disini aja. Saya tanya, ‘siap2 apa, pak?’ trus pak Yanto bilang, ‘Mamun udah ga tertolong’. Innalillahi..”.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un..
Seketika saya dan teh Yanah beruap istirja’.
Beberapa menit kemudian datanglah mobil hitam bertuliskan mobil jenazah di sebelah kirinya. Tidak ada bunyi sirine. Saya dan mungkin sebagian besar orang kurang suka suara itu. Cukup melihat mobilnya saja sudah membuat saya bergidik takut.
Ya Allah semuanya memang milik Engkau.. tiada kuasa kami untuk tetap memiliki apa yang sebenarnya milik Mu.
Jadi ingat caption foto Corbizer yang kurang lebih begini, ketika kita memilih bunga di taman, kita pasti memilih bunga yang paling cantik. Pun demikian Tuhan ketika memilih jiwa diantara banyak makhluknya, Ia PASTI memilih yang terbaik.
Sekarang Mamamun sudah tidak ada. Ia sudah tenang. Semoga setiap dosanya telah gugur selama ia jatuh sakit sebelum Izroil tiba menjempunya petang ini.
Saya sebagai keponakan Ma’mun meminta maaf atas nama almarhum apabila ia memiliki salah baik sengaja maupun tidak disengaja. Mohon doa juga dari teman2 agar semua amal ibadah almarhum diterima Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin.

23.52 /25112016
Siti Maesaroh

Wednesday, November 23, 2016

Senang Sedih Harus Tetap Bersyukur (SSHTS)

0 comments
Hari ini rasanya seneng, tapi juga sedih.
Sedih karena dengan berat hati  gw ngejual saham yang dulu, waktu November 2015 paling mahal.. sekitar 5 ribu/lembar. Saham termahal ‘koleksi’ gw itu dari PTBA alias PT Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk.
ptba.co,id
Yang namanya ada Perseronya berarti BUMN. Saham-saham yang gw simpen emang hampir semuanya saham perusahaan BUMN, kecuali dari sektor Perbankan gw ga beli karena itu jelas ga masuk indeks JII (Jakarta Islamic Index) haha :D
Sebenernya gw trading di pasar regular sih, bukan yang syariah. Biar begitu tapi acuan beli gw emang dari JII, bukan LQ45 atau yang lainnya.
Sedih bro.. mungkin kalo bisa gw keep lebih lama tu saham bisa lebih mahal dari price hari ini (23-11-2016). Tapi ya udahlah orang lagi bener2 butuh duit.
Gila ya jurusan gw tu ga jelasnya. Nyuruh kita donasi buku tapi maunya nerima uangnya bukan bukunya. Katanya jurusan udah kerja sama dengan penerbitnya jadi HARUS beli bukunya ke penerbitnya langsung VIA JURUSAN aja. Ga jelasnya tu gara2 harga bukunya lebih mahhhallll dibandingkan harga di toko buku online. Selisih 150rb! Kan gokil. Udah gitu kita GA BOLEH BELI DARI LUAR.. apa-apaan coba. Gimana orang ga curiga ada kongka-kingkong antara jurusan sama si penerbitnya itu. Udah gitu anak yang udah sidang duluan dan udah pada bayar donasi bukunya juga belum ada lagi. Haha gatau dah itu jadi dikemanain uangnya -,-
Hmm jadi karena terdesak oleh hal itu akhirnya, sekali lagi, dengan berat hati gw jual saham PTBA, saham termahal gw itu.
Tapi ada rasa senangnya juga sih. Ya senang dan agak heran, karena ketika gw beli saham PTBA itu tanggal 23 November 2015 trus gw jual ternyata di tanggal yang sama, satu tahun kemudian di tanggal 23 Nov 2016 (siang ini!). Masya Allah ya bisa coincidence gitu :D
Dulu gw belinya seharga 5.975/lembar trus tadi gw jualnya jadi 11.650/lembar.. alhamdulillah haha hampir dua kali lipet gitu ya gain nya :D
Oya, tadi gw liat portofolio gw market valuenya emang jadi hampir setengah dari dana yang udah gw investasiin. Masya Allah banget lah itu.. ngerasa bersyukur banget dulu dapet duit banyak ga jadi gw beliin hp baru tapi malah gw beliin isi kamar, simpen di deposito sama beli saham :D
Oya sebenernya gw investasi saham ga banyak2 banget. Maklum lah masih anak kampus. Gw investasi sebesar bates minimum pembukaan rekening di perusahaan sekuritas yang gw pilih. Karena gw belajar dari bu Fara (dosen analisis portofolio dan investasi) kalo investasi itu kaya nyimpen telur dalam keranjang. Kita sebaiknya ga nyimpen banyak telur di satu keranjang aja tapi dipisah di beberapa keranjang yang beda, jadi kalo satu keranjang jatoh dan telurnya pecah kita masih punya telur di keranjang yang lain. Jadi deh gw beli saham macem2 perusahaan, tapi karena dana investasi gw terbatas jadi di hampir semua perusahaan gw cuma beli satu lot saham doang ahaha
Oya satu lot itu = 100 lembar saham ya kalo sekarang. Dan kalo mau trading (jual-beli) saham tu minimal 1 lot. Jauh lebih murah dibandingin dulu, sebelum gw jadi investor yang 1 lotnya = 500 lembar. Gile bisa kebayang butuh duit berapa banyak buat beli 1 lot saham UNVR (PT Unilever Tbk) yang sekarang harganya nyampe lebih dari 40.000/lembar kalo 1 lot masih 500 lembar XD
Meski udah dijual, duitnya ga bisa langsung withdraw (diambil) tapi nunggu t+3 (3 days after trade) dulu baru masuk rekening efek kita. Tadi gw sampe cerita gitu ke sekjurnya. Trus beliau nyuruh gw ngomong langsung sama pak kajurnya. Yowis besok siang gw bakal ngadep pak kajur. Untung bukan pak sekjur. Gw jauh lebih segan ketemu langsung sama pak sekjur daripada pak kajur. Pak kajur gw tu kayanya tinggal di korem. Asudahlah cerita yang ini ga penting. Yang penting kita harus tetap bersyukur :) duit jangan dihambur-hambur, lebih baik dibelikan saham agar dana kita tidak tergusur (oleh inflasi ;)
Uye ye ye yee~ ada kelezatan balu, mi syedap, wayt kawriyy xD

Thursday, November 10, 2016

Penghubung Masa Depan, Penyambung Persaudaraan

1 comments
Serang, ibu kota provinsi Banten ini adalah kota kelahiran saya. Disini jualah saya dibesarkan hingga saat ini. Mungkin sudah membudaya dalam masyarakat Serang bahwa kita lahir, besar dan nanti mati di kota ini. Kita tidak berpindah atau merantau seperti kebiasaan masyarakat yang ada di daerah lain. Meski saya sendiri sejak lulus SMK dulu sebenarnya ingin melanjutkan studi di luar daerah. Namun karena saya anak perempuan dan Ibu merasa khawatir jika saya pergi terlalu jauh dalam jangka waktu lama, akhirnya saya menurut perintah Ibu dengan tetap tinggal disini dan berkuliah di kampus yang ada di kota bersemboyan ‘Kota Madani’ ini.
serangkota.go.id
Wilayah kota Serang terdiri dari 6 kecamatan, yakni kecamatan Cipocok Jaya, kecamatan Curug, kecamatan Kasemen, kecamatan Serang, kecamatan Taktakan dan kecamatan Walantaka. Jika dilihat dari peta administratif di atas, tampak wilayah kota Serang seluruhnya diitari wilayah kabupaten Serang yang merupakan induk dari kota Serang sebelum pemekaran wilayah di tahun 2007.
Letak kota Serang yang berada di tengah ini menyebabkan hampir setiap jalan di kota Serang menjadi penghubung antarkota dan kabupaten di provinsi Banten. Hal ini tidak begitu masalah sebenarnya jika saja kondisi jalan, trotoar, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), terminal dan halte serta trayek transportasi umum disini diatur dengan tertib sehingga membuat nyaman semua kalangan. Namun yang terjadi justru buruk sekali.
Permasalahan pertama yakni kondisi jalan kota Serang dan infrastuktur pendukungnya. Saya sering heran ketika melihat para pekerja Pekerjaan Umum (PU) yang sedang melakukan perbaikan jalan dan pembersihan jalan. Masalahnya adalah karena hanya jalan-jalan yang di sekitar pusat pemerintahan serta jalan menuju kompleks perumahan orang-orang yang ada di pemerintahan saja yang selalu diperbaiki dan dibersihkan. Sementara jalan-jalan lainnya, yang tidak dilalui oleh orang-orang pemerintahan itu, jalan yang hanya dilalui masyarakat biasa rusak parah dan sudah lama sekali tidak diperbaiki.
Jalan warga yang terletak di seberang RSUD Banten yang menuju kel. Curugmanis, kec. Curug, kota Serang rusak parah dan sudah lama tidak diperbaiki.

Jalan yang telah menjadi tanah karena bebatuannya sudah hilang, saking lamanya tidak diperbaiki ini ketika musim hujan tergenang air dan berlumpur sehingga sulit dilalui, membuat sepatu dan sandal setiap anak sekolah dan masyarakat yang melaluinya kotor. Beruntung masyarakat di sekitar tempat tinggal saya masih suka bergotong-royong. Dengan swadaya masyarakat, sore kemarin (9/11) dilakukan perbaikan jalan dengan bahan seadanya, yakni dengan pasir dan bebatuan sungai. Gotong-royong perbaikan jalan ini sudah dilakukan masyarakat dua kali dalam satu tahun ini. Pertama kali dilakukan saat menjelang Idul Fitri 1437, Juli 2016 lalu. Namun karena curah hujan yang tinggi menyebabkan jalan ini kembali rusak.
Jalan yang sama telah berusaha diperbaiki dengan swadaya masyarakat pada 9/11 lalu.

Permasalahan yang kedua adalah trayek angkutan kota (angkot) di kota Serang. Meski sebagian angkot di kota Serang sudah memiliki nomor trayek di setiap kaca depan dan kaca belakangnya, namun dalam kegiatan operasionalnya angkot ini tak ubahnya seperti taksi ketika penumpangnya hanya satu orang, dan akan menjadi seperti mobil carteran ketika penumpangnya banyak. Jadi ketika ingin naik angkot disini, kita tidak perlu menunggu angkot dengan nomor tujuan kita. Cukup katakan tujuan kita ke sang sopir dan ia biasanya akan langsung menyuruh kita untuk naik.
Bagi warga pendatang, seperti mahasiswa dari luar kota Serang mungkin akan merasa kecele ketika pertama kali naik angkot Serang. Sistem angkut yang tak teratur seperti yang saya uraikan di atas menyebabkan sang sopir terpaksa harus mengantarkan tiap penumpang dengan tujuan yang berbeda dengan mengakses trek jalan berbeda pula sehingga memakan waktu tempuh yang lebih lama. Pengguna angkutan umum di kota Serang memang semakin berkurang. Hal itu mungkin yang menyebabkan tiap sopir merasa serba salah ketika hanya mengangkut penumpang sesuai trek yang tertera di mobilnya yang akan menyebabkan jumlah penumpangnya jadi lebih sedikit jika ia mengangkut semua calon penumpang.
Selain karena kesemrawutan trayek angkutan kota, pembelian kendaraan pribadi seperti mobil dan motor yang semakin dipermudah serta rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan menyebabkan banyak masyarakat disini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi sehari-hari daripada angkutan umum. Angkot semakin hari semakin ditinggalkan masyarakat. Sayangnya, kejadian seperti ini malah seperti difasilitasi pemerintah kota Serang dengan sedang dibangunnya jalan Ki Ajurum (jalan Serang-Petir) dari yang sebelumnya satu jalur menjadi dua jalur.
Padahal pemerintah kota Serang seharusnya membuat regulasi dan memberikan fasilitas yang merata, dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat serta meningkatkan kesadaran warga akan bahaya kelangkaan energi dan pemanasan global, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan yang salah satu caranya dengan berhemat energi seperti menggunakan angkutan umum. Pemerintah kota Serang dapat menjadikan kota Bandung sebagai percontohan dalam membuat kebijakan seperti menyediakan angkutan umum berupa bus yang disubsidi pemda sehingga lebih murah dan nyaman, mendukung gerakan naik sepeda (go bike) untuk pergi ke tempat beraktivitas sehari-hari, memberikan subsidi pada unit usaha angkot sehingga angkot dapat beroperasi lebih lancar sesuai trayek yang tercantum di kaca mobil, serta membatasi kepemilikan mobil dan motor dalam satu keluarga.
Semoga suatu hari nanti kota Serang dapat menjadi kota yang aman dan nyaman untuk ditinggali, menjadi pusat percontohan kota dan kabupaten disekitarnya, menjadi kota yang 'benar-benar pantas’ dijadikan ibu kota provinsi Banten dan dapat menjadi Kota Madani yang sesungguhnya. Aamiin.

Monday, October 24, 2016

Layanan JNE Yes yang Tidak Yes

0 comments
Beberapa hari yang lalu gw nulis apa gitu tapi ga disimpen. Hmm. Ga penting penting banget sih tapi kayanya bakal lucu aja kl suatu hari gw baca ulang. Yaudah deh gw tulis ulang aja hehe..

Jadi gw beli satu barang dari tokopedia, online shopnya ada di bandung. Trus gw minta dikirimin pake JNE YES (yakin esok sampai). Meski sebenernya gw ga gitu yakin kl sekarang pesan besok beneran bisa sampai rumah karena proses verifikasi pembelian dan pembayaran, pembelian barang yang gw pesen oleh penjualnya, serta pengirimannya yang yah, kl mau tau gimana testimoni real orang2 tentang gimana jne yes itu klik aja disini.
jne.co.id

Ternyata.. barang gw emang ga nyampe besoknya. Kan gw pesen tanggal 18 dan bayar sekitar jam 10 pagi gitu. Idealnya sih nyampe tanggal 19 kan.. nah ini boro2 nyampe tanggal segitu.. orang tanggal 19 barang baru dikirim sama penjualnya. Huh yaudah lah gw cuma bisa nungguin kl udah begini. Berharap barangnya bakal nyampe rumah di tanggal 20.
Oya, barang yang mau gw beli ini rencananya mau buat kado aunty gw yang nikah tanggal 18-19 Oktober 2016 kemarin. Tapi berhubung barangnya bakal nyampe tanggal 20 karena tokonya baru kirim tanggal 19, yaudah jadinya cuma ngamplop aja ke anti. Huhu sedih. Tapi gapapa deh. Kadonya buat temen gw yang lain aja.
Nah yang bikin kesel tuh kan tanggal 19 gw cek ternyata baru dikirim, otomatis masih di Bandung kan. Hmm yaudah deh kata gw. Trus tanggal 20 pagi-siang gw liat barangnya udah nyampe Cilegon. Duh gw udah mikir mikir kayanya besok baru nyampe rumah deh. Rumah gw di Serang, kl kirim barang ke Banten (kecuali Tangerang) emang biasanya kumpul di Cilegon dulu, abis itu baru deh dikirim ke kota-kota tujuannya.
Tanggal 21 siang gw cek lagi. Eh ternyata katanya barang udah received tanggal 20 sore! Kaget banget gw. Lebih kaget lagi pas nama receivernya Yusuf. Siapa itu Yusuf?? Di rumah gw ga ada yang namanya Yusuf. Wah nyasar nih kata gw dalem hati. Gatau pas denger nama itu yang ada di pikiran langsung tetangga gw yang namanya mang Usup. Aduh apa nyampe ke dia ya. Asli kesel. Tapi gw agak ragu kl emang dia kenapa ga dikasiin ke gw aja gitu. Pasti kan dia juga udah tau kl gw sering nerima paket.
Saat lagi kesel-keselnya itu gw akhirnya nelpon jne. Ini cara paling efektif kl mau dapet respon yang agak cepet. Gw bilang agak soalnya cara ini sebenernya agak makan waktu+ngabisin pulsa juga dibandingkan via twitter atau bahkan email.
Dan kejadian nelpon jne ini justru bikin gw makin kesel dan sebel. Sebenernya salah gw juga sih. Jadi karena gw nyatet no resinya di draft sms. Pas nelpon gw kan otomatis sambil liat sms yang berisi no resi itu. Nah, pas mau balik nelpon layar hp gw kan belum ke lock. Pas gw deketin hp ke telinga kayanya ga sengaja kepencet tombol end telepon. Dan kejadian itu berlangsung dua kali sebelum akhirnya untuk yang ketiga kali gw bisa ngomong sampe selesai ke cs jne nya!! Kesel banget kan?? Huhuu pulsa abis 15 ribu deh :’( kl uang mungkin gak seberapa ya. Tapi kl pulsa kan sayang banget kl segitu.
Dari telepon yang ketiga sama cs, dia nanyain alamat gw. Pas itu gw baru sadar Yusuf itu siapa dan paket gw dimana. Jadi paket gw itu pasti nyangkut di RSUD Banten. Jujur sebenernya kejadian ini udah pernah gw alami, kl ga salah sih dua kali. Tapi gatau kenapa gw lupa. Padahal tiap nulis alamat, awalannya hampir selalu gw tulis, Jalan Syeikh Nawawi Al-Bantani (depan RSUD Banten). Kp. Asem RT *****
Liat deh apa yang gw highlight. Itu, alamat itu yang hampir selalu gw pake buat kirim-kiriman paket.
Si kurir kayanya udah kesorean buat anterin paket nyampe rumah gw. Makanya dia titipin aja di rumah sakit itu. Tapi kan ya.. seengaknya sms kek kasih tau gw biar gw gak was-was. Atau kl ga, tulis keterangan receivernya Yusuf/Resepsionis RSUD Banten atau Yusuf/resepsionis gitu. Biar gw bisa langsung tau itu paket ada dimana karena cuma gedung RSUD Banten di sekitar rumah gw yang ada resepsionisnya. Itu mah ditulis Yusuf doang. Ya kita mana tau Yusuf mana. Orang rumah gaada yang namanya Yusuf.
memes.com
Akhirnya kemarin sore, tanggal 21 gw ambil paketnya di RSUD Banten bareng adek gw si Po. Jaraknya kl dari rumah gw sekitar 1 km. Lumayan capek. Untungnya pas jalan kesana ada mas2 yang nawarin boncengan. Yaudah kita mau. Pas pulang jalan kaki. Gapapa sih kita mah hepi-hepi aja.
Haha jadi begitcu ceritanya. Asli gw kesel banget loh kemarin :( tapi yaudah lah lupain lupain heheh yang penting sekarang paketnya sudah ada di rumah. Alhamdulillah :D

Wednesday, August 10, 2016

ASTIK [Aspal-Plastik] sebagai Material Perkerasan Jalan yang Murah dan Ramah Lingkungan

1 comments
Setiap orang ingin hidup bersih. Membersihkan diri sendiri, tempat tinggal dan lingkungan adalah hal yang kita lakukan agar bisa hidup bersih. Kebersihan erat kaitannya dengan kesehatan. Meski lingkungan yang tampak bersih belum tentu sehat, namun suatu lingkungan yang sehat sudah pasti adalah lingkungan yang bersih.
sampah berserakan di pinggir jalan (dokpri)
Namun kesadaran kita akan kebersihan diri dan lingkungan yang dekat dengan kita ini sayangnya belum dapat terintegrasi sampai lingkungan kita yang lebih luas atau bahkan secara menyeluruh. Kita membersihkan rumah kita dari sampah. Kita lalu membuang atau membakar sampah yang kita hasilkan. Jika dibakar sampah memang akan ‘tak banyak’ mengganggu kita karena sudah tak berwujud sampah seperti sebelumnya. Tapi sampah ini bertransformasi, berubah wujud dari polutan di tanah menjadi polutan di udara.
Bersyukurlah jika kita selain membakar sampah tapi juga menanam pohon. Setidaknya gas polutan dari sampah yang kita bakar sebagian bisa jadi satu bahan bagi pohon yang kita tanam untuk dijadikan oksigen yang kita hirup. Lantas bagaimana dengan sampah yang tidak dibakar alias ‘hanya’ dibuang? Tentu kita membuangnya jauh dari tempat tinggal kita, agar kita dan lingkungan terdekat kita tetap tampak bersih. Tapi pernahkah kita berpikir bagaimana kelanjutan dari sampah itu?
Sekali lagi, sebagian besar dari kita pasti selalu ingin semuanya serba bersih. Kita tidak ingin ada kotoran, noda atau sampah di dekat kita. Kita menyingkirkan segala sesuatu yang mengganggu kebersihan lingkungan kita. Tapi kita sering tidak mau peduli dengan kelanjutan dari ‘pengganggu’ (sampah) yang telah kita singkirkan, apakah akan mengganggu orang lain? Atau bahkan menggaggu lingkungan kita yang lebih luas?
Sebagian sampah yang kita buang memang menjadi mata pencaharian bagi sekelompok orang. Baik untuk didaur ulang menjadi barang sejenis maupun dikreasikan menjadi benda yang lebih unik dan cantik. Tapi itu hanya sebagian. Bagaimana dengan sebagian lagi, yang kuantitasnya lebih besar? Itulah satu problematika yang bangsa kita hadapi. Sebagian besar dari kita belum mampu untuk mengelola dan mengolah sampah menjadi hal yang lebih bermanfaat dalam skala besar, dengan tidak mencemari dan lebih ramah pada lingkungan.
Dengan jumlah penduduk yang sedemikian banyak, potensi sampah yang kita hasilkan, terutama sampah plastik juga sangat besar. Data dari Greenation yang dikutip Natgeo Indonesia menyebutkan bahwa 1 orang Indonesia rata-rata menghasilkan 700 kantong plastik pertahun. Itu hanya untuk satu orang saja, kalikan dengan total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 260 juta jiwa (worldometers.info). Bisa diperkirakan betapa besar sampah plastik yang kita hasilkan.
Plastik pada dasarnya merupakan polimer sintetis yang terbuat dari rantai panjang karbon dan elemen lainnya. Melalui proses yang disebut perengkahan (cracking), minyak mentah dan gas alam dikonversi ke monomer hidrokarbon seperti etilen, propilen, stiren, vinil klorida, etilen glikol, dan sebagainya. Senyawa-senyawa tersebut kemudian dicampur dengan bahan kimia lainnya untuk menghasilkan produk plastik jadi yang diinginkan.
Perkerasan jalan merupakan kegiatan menguatkan komposisi jalan menggunakan campuran antara agregat dan bahan pengikat. Agregat adalah material granular, seperti pasir, kerikil, dan batu pecah yang dipakai secara bersama-sama dengan media pengikat untuk membentuk beton semen hidraulik atau adukan. Sedangkan bahan pengikat yang biasa dipakai adalah aspal, semen atau pun tanah liat.
Nah, sampah plastik yang sebelumnya didaur ulang menjadi bijih plastik saya pikir dapat dijadikan bahan campuran atau bahkan bahan substitusi dari material granular (atau mungkin bisa juga bahan pengikat) yang biasa digunakan. Dengan begitu, penggunaan pasir, kerikil, batu pecah, dll yang biasanya diambil dari gunung/sungai dapat diminimalisasi atau digantikan dengan sampah plastik yang telah didaur ulang.
Diperlukan kepedulian seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat untuk menciptakan satu integrasi dimana sampah plastik yang dihasilkan rumah tangga dikelola dan diolah hingga menjadi bijih plastik yang siap digunakan untuk material perkerasan jalan. Jika konsep ini benar-benar dapat terealisasi, setidaknya ada dua keuntungan yang dapat kita dapat. Di satu sisi, penggunaan bijih plastik daur ulang sebagai material perkerasan jalan akan lebih murah dan mudah didapat dalam jangka panjang jika dibandingkan dengan material granular yang biasa digunakan. Di sisi lainnya, pengurangan penggunaan material granular yang diambil dari alam dapat mengurangi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, pemanfaatan sampah plastik yang telah didaur ulang juga turut serta dalam mengurangi sampah plastik yang dapat membuat lingkungan dan alam kita menjadi bersih dan tetap lestari.



---
Penulis bukan analis kimia atau teknisi sipil yang memahami betul bagaimana suatu material dapat diaplikasikan menjadi bahan perkerasan jalan yang baik dan awet alias tidak mudah rusak. Penulis hanya melihat potensi sampah plastik di sekitar tempat tinggal penulis yang sering teronggok di tepi-tepi jalan hasil buangan para pekerja rumah tangga yang diperintahkan membuang sampah oleh majikan mereka sembari pulang bekerja (di beberapa lokasi di kota penulis sampah plastik bahkan sampai menggunung), sekaligus juga melihat kondisi jalan desa yang berada di Ibu Kota Provinsi tempat penulis berada yang sedari dahulu belum pernah tersentuh pembangunan secara menyeluruh).
jalan desa selebar 2 m yang tak kunjung diperbaiki (dokpri)
Sumber referensi:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/02/hal-hal-seputar-kantong-plastik-yang-harus-anda-ketahui
http://worldometers.info/world-population/indonesia-population http://www.ecolife.com/recycling/plastic/what-plastic-made-of.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Perkerasan_jalan 
https://id.wikipedia.org/wiki/Agregat

Saturday, July 23, 2016

Cerita dan Nada Mahasiswa Tingkat Akhir

0 comments
Pada suatu Sabtu malam yang cerah tak berawan, aku sedang berada di rumah, tepatnya sedang berada di kamar. Malam minggu, yang biasanya begitu identik dengan acara hangout bersama kekasih atau teman-teman malah aku habiskan secara egois seorang diri di tempat yang paling nyaman di seluruh dunia (menurut versiku).
Ya, aku sedang menjomblo (well, but I’m not desperate anyway! :p). Keadaanku saat ini memang memaksaku untuk lebih fokus mengerjakan tugas itu dan mengesampingkan hal-hal lain, terutama yang berpotensi mengganggu. Mungkin itu adalah tugas yang maha berat bagi sebagian besar mahasiswa di Indonesia. Tugas yang mau tidak mau, suka tidak suka harus segera diselesaikan. Tugas yang seolah begitu membelenggu para mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang kita sukai. Tugas kramat itu bernama, skrip-si.
pusing pala barbie aw aw aw :( via helpguide.org
Kata per kata, kalimat per kalimat, paragraf per paragraf dalam bagian awal tugas tersebut tak kusangka berhasil tersusun sekitar 40an lembar. Setidaknya menurutku itu cukup banyak. Sembari membolak balik halaman buku-buku, jurnal ilmiah dan sumber rujukan lainnya, serta catatan cantik dosen pembimbing yang ada pada draf Usulan Penelitian (UP) skripsi yang kuajukan sebelumnya, jariku dengan cepat mengetikan konsep pemikiran yang ada di kepalaku.
Aku amat bersyukur UP yang telah kususun dan aku presentasikan pada seminar proposal beberapa minggu lalu disetujui oleh dosen pembimbing dan dosen penelaah. Setelah itu, tahap selanjutnya yang kini mesti kujalani adalah mengumpulkan data penelitian, mengolahnya kemudian memberikan simpulan akhir yang disertai teori yang berkaitan dengan penelitian yang telah kulakukan.
Tampak mudah, padahal dalam praktiknya ada saja hal yang mengganggu dan tidak sejalan dengan yang kita inginkan, terutama pada tahap pengumpulan dan pengolahan data. Kalau tidak eling (sadar) dan sabar, mungkin aku sudah amat stres mengerjakannya. Fuih~ semoga saja aku tidak sampai stres berat ya.
Tapi sesungguhnya yang jauh lebih menyebalkan dari mengumpulkan dan mengolah data adalah menjawab pertanyaan yang sering diajukan oleh anggota keluarga dan teman-teman kita. Pertanyaan yang selain membuat sebal juga membuat sedih. Pertanyaan itu adalah “kapan lulus?” dan “kapan wisuda?”. Mungkin sebagian besar dari mahasiswa tingkat akhir juga merasa jengkel dengan pertanyaan itu. Apalagi jika kita sedang berjuang keras. Hey kalian tidak tahu, tidak merasakan dan tidak mengerjakan, jadi sebaiknya diam saja hingga kami selesai dan memberitahukan tanggal pelaksanaan wisuda kami -__-
Aku jadi ingat sebuah lagu yang pernah dinyanyikan salah satu band yang ada di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik yang ada di kampusku. Bagian reffrain lagu itu kurang lebih begini:
Mereka tak mengerti, betapa sulitnya skripsi
Selalu bertanya, “Kapan wisuda?”~
Bimbingan gak jadi-jadi, dosbingku sibuk sekali
Setiap bimbingan, selalu revisi~~
Hehe lucu ya? Meski dalam realita pengerjaan skripsiku hanya 60% dari lirik lagu tersebut yang terjadi sungguhan karena dua dosen pembimbing (dosbing) ku hampir setiap hari ada di kampus sehingga tidak begitu sulit ditemui. Tapi aku rasa itu memang sebuah gambaran kondisi mahasiswa tingkat akhir di Indonesia secara umum yang diceritakan melalui sebuah lagu. Kece!

Nah, agar aku tidak suntuk atau mengantuk saat mengerjakan skripsi, selain menyediakan camilan dan air minum secukupnya, aku juga menyiapkan playlist lagu-lagu yang memiliki nada atau lirik yang membuatku bersemangat dan termotivasi untuk kudengarkan di sela-sela mengerjakan skripsi.
Biasanya aku mendengarkan lagu-lagu yang kusuka via melon.co.id. Ketika kita meregistrasikan email di website melon, secara otomatis kita mendapat hak akses streaming lagu selama 30 hari secara gratis. Oya, kalau kamu baca blogku via PC/tab mungkin bisa melihat widget yang ada di sisi kanan blogku ini.
MelOn widget on my blog :)
Di widget ini kita bisa melihat daftar lagu-lagu terbaru di tab fresh, lagu-lagu yang telah kita tambahkan menjadi lagu favorit kita (khusus untuk yang telah registrasi di website melon.co.id) dan tab chart untuk melihat lagu-lagu yang sedang ngehits saat ini.
Aku memang tidak mendengarkan lagu-lagu itu sambil mengerjakan skripsi, karena itu akan membuatku kurang fokus jika melakukannya bersamaan. Aku hanya mendengarkannya saat pikiranku stuck (seperti saat ini -,-). Namun bagiku itu sudah amat cukup karena setelah mendengarkan lagu yang kusuka, pikiranku biasanya akan lebih relaks dan bisa kembali semangat untuk menggarap skripsi.
Selain laman melon.co.id, MelOn juga memiliki aplikasi yang bisa didownload di playstore lho! Asik banget kan? MelOn juga tidak hanya menyediakan layanan streaming musik, tapi setiap lagu yang ada di MelOn juga bisa didownload secara resmi alias le-gal.
Di dunia digital seperti saat ini, sangat mudah bagi kita menemukan dan mendownload lagu dan karya seni lainnya secara tidak resmi alias ilegal. Meski begitu, yang membuat miris adalah masih ada saja oknum-oknum yang tidak tahu/belum sadar atau bahkan tidak peduli bahwa lagu atau karya seni lain yang ia dapatkan dari internet, seperti melalui situs **hared.com itu merupakan karya bajakan dan jika melakukannya berarti melanggar Undang-undang Hak Cipta. Masih juga ada orang yang tidak sadar bahwa membajak = mencuri karya orang lain.

Ayolah, mulai sekarang kita mendownload lagu dengan cara yang legal saja ;) karena itu adalah lagu yang asli. Dengan begitu, kita bukan hanya menghargai orang yang menciptakannya saja, tapi juga membuat prestige diri kita jadi lebih tinggi. Bukankah jika memakai barang seperti tas/jam tangan yang ori kita jadi lebih pede dan bangga? Begitu pun jika kita mendengarkan lagu yang original.
Kalau ada lagu yang ori di melon.co.id mengapa masih mendownloadnya secara ilegal di website lain?
Mencuri itu dosa lho :))

Thursday, July 14, 2016

Tomkins: Sepatu Paling Kece Se-Indonesia

0 comments
Bagi sebagian orang, menemukan sepasang sepatu untuk digunakan kadang terasa agak sulit dilakukan. Dengan tren mode yang begitu cepat berubah serta banyaknya pilihan model yang tersedia semakin membuat kita bingung ingin membeli sepatu yang mana. Untungnya, seorang teman pernah memberi saran kepada saya bahwa kunci membeli apa pun (termasuk sepatu) cuma satu: akan digunakan untuk apa benda (sepatu) yang ingin kita beli itu? Kalau tujuan membelinya sudah jelas, selanjutnya kita tinggal memilih model yang sesuai dari jenis sepatu yang kita inginkan. Tapi memilih sepasang sepatu juga kadang dirasa sukar. Pasalnya satu jenis sepatu sekarang memiliki banyak sekali model.
kind of footwear via akehdolar.hol.es
Kita tak bisa menampik bahwa kegunaan sepatu di masa kini bukan hanya untuk melindungi kaki. Sepatu saat ini juga bukan hanya untuk dipakai ke sekolah atau tempat bekerja saja. Kini seiring dengan pesatnya perkembangan industri fashion, pemakaian sepatu juga ikut terbawa arusnya. Akibatnya fungsi utama sepatu kini telah bergeser. Sepatu di masa kini bukan (hanya) untuk melindungi kaki, tapi lebih dari itu ia kini telah berubah menjadi tren mode yang bisa dipakai oleh siapa saja dan dimana saja, serta menjadi fashion item yang amat penting untuk diperhatikan.
Ada banyak sekali merek sepatu di pasaran. Beberapa diantaranya merupakan merek-merek besar yang biasanya bertengger di etalase mall.
Tomkins store in Mall of Indonesia via tomkins.id
Salah satu merek sepatu yang banyak digandrungi anak muda saat ini adalah Tomkins. Saat pertama kali melihatnya, saya kira Tomkins adalah merek luar negeri. Saya menduga Tomkins berasal dari Inggris/Eropa karena seingat saya ada pemain bola asal sana yang bernama belakang Tomkins. Selain itu Tomkins juga memiliki retail store sendiri di beberapa mall di Jakarta. Kualitas sepatu Tomkins sangat bagus dan model sepatunya sangat bervariasi sempat menguatkan perkiraan saya bahwa Tomkins adalah sepatu impor. Ternyata, saya salah sangka! Karena nyatanya Tomkins merupakan merek asli Indonesia dan dibuat di Indonesia!
Sepatu Tomkins diproduksi oleh PT Primarindo Asia Infrastructure, Tbk yang pabriknya beralamat di Jl. Raya Ranca Bolang No. 98 Gedebege, Bandung. Pada awalnya, perusahaan yang didirikan tahun 1988 dengan nama PT Bintang Kharisma ini hanya memproduksi sepatu olah raga untuk tujuan ekspor saja. Hingga di tahun 2002, Reebok yang merupakan pembeli utama melakukan relokasi usaha yang menyebabkan terhentinya order. Saat pesanan dari Reebok tersebut terhenti, perusahaan ini kemudian mencoba merintis penjualan sepatu untuk penjualan dalam negeri (domestik) dan diberi nama “Tomkins”. Hingga saat ini, selain memproduksi sepatu Tomkins, perusahaan juga masih menerima order produksi untuk merek lainnya untuk keperluan ekspor seperti Lonsdale, Dunlop, Firetrap, dan lain-lain.
Wah, pantas kalau kualitas Tomkins kece, pabrikan yang membuatnya juga yang membuat sepatu bermerek internasional, berkualitas ekspor lagi.. Keren!
Tomkins shoes via tomkins.id
Produk sepatu Tomkins dikenal karena material sepatunya yang nyaman dan ringan. Selain itu Tomkins juga memiliki banyak variasi desain yang menarik. Produk sepatu yang disediakan Tomkins adalah jenis sepatu casual dan sports yang sangat cocok untuk fashion anak muda.
Always in style with Tomkins via tomkins.id
Tomkins telah memiliki jaringan penjualan sepatu yang luas yang tersebar di seluruh Indonesia, yakni melalui Factory Outlet (FO) dan showroom Tomkins sendiri, serta berbagai di departement store yang telah bekerja sama seperti Matahari, Ramayana, Yogya, Borobudur, Giant, Robinson, dan dept. store lainnya.
Saat ini, selain ‘toko berwujud’ Tomkins juga memiliki webstore sendiri yang beralamat di tomkins.id lho! Jadi sekarang kita dapat dengan sangat mudah membeli sepatu Tomkins, bahkan tanpa keluar rumah! Di webstore tomkins.id itu kita dapat melihat berbagai koleksi produk sepatu Tomkins yang sangat beragam yang dikelompokan menjadi empat kategori, yakni children, junior, men dan women.
Tomkins webstore's homepage view via tomkins.id
Pilihan pembayaran yang disediakan di webstore tomkins.id ini juga sangat beragam, yakni bisa dilakukan dengan menggunakan metode ATM transfer, menggunakan kartu kredit atau DOKU Wallet.
available payment methods in tomkins.id
Saya pernah mencoba belanja di tomkins.id untuk membeli sepatu 'Demolition' yang cantik ini.. Awalnya saya sempat bingung mengapa tidak ada opsi untuk memilih ongkos kirim (ongkir) ya? Oh ternyata ongkir hanya bisa menggunakan JNE OKE dan itu free alias gratis! Yuhuu senangnya.. jadi saya cukup bayar seharga sepatunya saja deh! Asiik
Demolition shoes via tomkins.id
Keberadaan webstore seperti tomkins.id ini sangat menguntungkan, baik bagi produsen maupun konsumen. Produsen diuntungkan karena dengan menjualnya secara online, biaya-biaya yang harus dikeluarkan jika membuka offline store seperti biaya sewa, biaya gaji karyawan, biaya distribusi dan biaya yang lainnya bisa ditekan, atau bahkan ditiadakan yang pada akhirnya dapat meningkatkan income (pendapatan) produsen/perusahaan. Sedangkan konsumen diuntungkan karena kita jadi tidak perlu datang ke toko secara langsung sehingga kita dapat lebih menghemat waktu, pikiran, ongkos dan tenaga yang bisa jadi kita dikeluarkan apabila mengunjungi tokonya secara langsung.
Tomkins memang sepatu yang paling kece deh!

Saturday, July 9, 2016

Menghindari Riba dan Mengharap Berkah dengan Jasa Keuangan Syariah

0 comments
Saya belum lama menggunakan jasa keuangan syariah. Jasa keuangan syariah yang saya gunakan adalah tabungan yang menggunakan akad wadi’ah (titipan) dan simpanan deposito yang menggunakan akad mudharabah (kerja sama) di satu bank syariah yang baru saya mulai sejak bulan Juni 2016 lalu dan di bulan November 2015.
financialislam.com
Meski begitu, perkenalan saya dengan ekonomi/keuangan syariah sebenarnya telah terjadi sejak sekitar 5 tahun lalu, yakni di tahun 2011 saat saya duduk di bangku SMK. Pada waktu itu pembelajaran keuangan syariah dimulai dengan memperkenalkan bentuk-bentuk kerja sama bisnis secara Islam. Materi ini masuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Sayangnya saat itu saya belum begitu mengerti bagaimana praktik dari kerja sama secara Islam, seperti akad mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, salam, dll dalam kehidupan nyata kita. Saya dulu mengira sistem keuangan Islam itu sama saja dengan sistem keuangan yang biasa (konvensional), hanya saja kita ‘menamai’ bagi hasil sebagai pengganti bunga. Ternyata anggapan saya itu salah besar.

Pemahaman yang baru saya dapatkan ketika mengikuti mata kuliah akuntansi syariah (aksyar), tahun 2014. Meski waktu itu pembelajaran lebih menitikberatkan metode pencatatan transaksi/akad syariah secara akuntansi, namun saya juga cukup banyak mendapat pengetahuan tentang akad-akad yang dicatat tersebut serta bentuk penerapannya di kehidupan kita sehari-hari. Setelah materi aksyar itu saya menjadi lebih sadar bahwa ada banyak hal yang diatur dalam Islam. Islam bukan agama yang hanya mementingkan urusan akhirat/kehidupan kita setelah mati saja, urusan dunia saat ini pun harus kita perjuangkan dan telah diatur dalam Islam. Transaksi ekonomi seperti jual-beli, sewa-menyewa, investasi dll dalam Islam juga diatur dan biasa diistilahkan sebagai kegiatan muamalah.

Dalam Islam, transaksi keuangan harus bersifat saling menguntungkan, misalnya ketika dua pihak, bank dan nasabah mengadakan akad mudharabah melalui transaksi simpanan deposito, maka nisbah bagi hasil harus disepakati sejak akad di awal. Dalam akad harus dijelaskan secara rinci berapa bagian keuntungan yang akan diperoleh masing-masing pihak. Termasuk juga perjanjian jika terjadi kerugian. Biasanya kerugian yang dilakukan nasabah akan ditanggung oleh nasabah itu sendiri, sementara jika bank yang melakukan kesalahan, maka yang akan bertanggung jawab adalah pihak bank. Jadi dalam hal ini, kedua pihak sama-sama diuntungkan. Dengan dana deposito itu bank akan melakukan investasi atau usaha. Investasi atau bidang usaha yang dilakukan bank syariah selain harus menguntungkan juga tentu tidak boleh melanggar syariat (aturan) Islam.

Selain itu, hal yang utama dalam sistem keuangan syariah adalah menghindari riba. Riba adalah penambahan pada harta dalam akad tukar-menukar tanpa adanya imbalan atau pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa bunga bank adalah riba dan dalam Islam, riba diharamkan sebagaimana yang tercantum dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 275, yang artinya:
"...Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS Al-Baqarah [2]: 275).
muslimvillage.com
Oleh karena itulah, saya memilih akad wadi’ah ketika membuka rekening tabungan di bank syariah. Wadi’ah adalah akad penitipan dari pihak yang mempunyai uang/barang kepada pihak yang menerima titipan dengan catatan kapan pun titipan diambil pihak penerima titipan wajib menyerahkan kembali uang/barang titipan tersebut dan yang dititipi menjadi penjamin pengembalian barang titipan. Tabungan dengan akad wadi’ah tidak dikenakan bunga, sehingga membuat saya lebih tenang.

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidak bertambah dalam pandangan Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).” (QS Ar-Rum [30]: 39)
Betapa bahagianya hidup kita jika kita mau taat akan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya. Semoga upaya kita untuk menghindari riba, mendapat rahmat dari Allah serta setiap langkah kita mendapat keberkahan dari-Nya.

Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Blog Detik.

______________
referensi:
http://islamiwiki.blogspot.co.id/2013/11/pengertian-riba-hukum-dan-bahayanya.html
https://www.rumahzakat.org/akad-akad-pembiayaan-dalam-sistem-perbankan-syariah/

Thursday, June 30, 2016

Home Credit Memudahkan Kita Memenuhi Kebutuhan dan Meraih Impian

1 comments
Jujur saya awalnya sedikit kurang mengerti apa yang dimaksud dengan pembiayaan multiguna. Istilah tersebut memang agak asing bagi saya yang hampir tidak pernah berhutang atau memiliki cicilan. Pada awalnya saya sempat keliru dengan istilah ‘pembiayaan multiguna’ dan ‘kredit multiguna’. Saya kira kedua frasa tersebut memiliki definisi yang sama, namun rupanya berbeda. Saya lalu menemukan salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Dalam Pasal 1 (4) peraturan yang diterbitkan Otoritas Jasa Keungan (OJK) itu, disebutkan bahwa Pembiayaan Multiguna adalah pembiayaan untuk pengadaan barang dan/atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produksi) dalam jangka waktu yang dijanjikan. Sedangkan kredit multiguna (dari berbagai sumber yang saya baca) bisa diartikan sebagai pinjaman dana tunai yang digunakan untuk segala kebutuhan yang menggunakan dokumen jaminan tertentu sebagai agunan.
Bisa saya simpulkan bahwa pembiayaan multiguna adalah sistem pembayaran/pemberian pinjaman yang diberikan pihak  ketiga untuk pembelian barang/jasa dan bukan untuk modal usaha dengan pembayaran dalam jangka waktu (tenor) tertentu. Dan jenis kredit seperti ini sebenarnya memiliki penerapan yang sangat dekat sekali dengan kehidupan kita sehari-hari, terutama ibu-ibu, termasuk mama saya sendiri.
Mama saya sedari dulu senang sekali membeli barang-barang di rumah secara kredit (dicicil). Mulai dari peralatan dapur, sampai baju saja mama pernah membelinya secara kredit. Barangkali alasannya karena dengan metode ini meski total harga belinya jadi lebih mahal, tapi pembayaran jadi lebih ringan sehingga lebih terjangkau. Bisa saja sebenarnya kita menabung dahulu baru membeli barang yang dibutuhkan, namun sistem ini agaknya lebih ‘riskan’ karena khawatir uang yang sudah terkumpul malah terpakai untuk keperluan lain yang lebih penting atau barang yang ingin dibeli sekarang suatu saat akan habis karena limited stock atau bisa jadi harganya naik jika dibeli nanti (khususnya saat di masa-masa promo).
Nah, pembayaran dengan cara ‘dialihkan’ ke pihak ketiga di luar pembeli dan penjual, untuk kemudian pembayarannya dicicil kepada pihak ketiga tersebut setelah barang dibeli seperti inilah yang disebut dengan sistem pembayaran multiguna. Jadi pembayaran multiguna bukan hal yang baru, hanya mungkin istilahnya saja yang masih terdengar asing.
Mama lebih sering melakukan pembelian secara kredit ke penjual keliling yang memang secara khusus menjual barang dagangannya secara kredit. Penjual seperti ini bisa disebut reseller/dropshiper karena hanya membawa barang dagangan yang sudah dipesan terlebih dahulu oleh pembeli dengan/tanpa membelinya terlebih dahulu dari penjual. Hal yang berbeda jika kita ingin melakukan pembelian secara kredit di retail modern (tanpa kartu kredit). Biasanya retail tersebut telah bekerja sama dengan perusahaan pembiayaan sebagai pihak ketiga dalam melakukan pembiayaan multiguna langsung di tempat terjadinya transaksi. Perbedaannya terletak pada pihak ke tiga disini yakni perusahaan pembiayaan yang tidak menjual barang, namun menyediakan jasa pembayaran atas pembelian yang kita lakukan.
Ada banyak perusahaan pembiayaan yang menawarkan jasa pembayaran multiguna, diantaranya adalah Home Credit Indonesia. Sebagai perusahaan pembiayaan internasional terkemuka di Indonesia, Home Credit Indonesia menawarkan jasa pembiayaan di tempat transaksi (pembiayaan non-tunai langsung di dalam toko), bagi konsumen yang memenuhi kualifikasi dan bermaksud untuk membeli barang-barang konsumsi tahan lama, seperti furnitur/perabotan rumah tangga, gadget, dan peralatan elektronik.
Kredit tanpa kartu kredit? Dapatkan dengan mudah via Home Credit (via improdukonlinereview.blogspot.com)
Home Credit Indonesia yang berdiri di tahun 2012, saat ini telah memeliki  lebih dari 210.000 klien dan 2000 jaringan distribusi yang tersebar di berbagai retail di kota-kota besar di Indonesia. Kedepannya perusahaan ini akan memperluas jaringan distribusinya sehingga semakin memudahkan kita untuk mendapatkan segala yang kita butuhkan dengan cara yang lebih mudah.
Dengan perkembangan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, pembiayaan multiguna yang dilayani oleh Home Credit Indonesia bukan itu saja. Kebutuhan akan pinjaman tunai untuk melakukan kegiatan seperti biaya renovasi rumah, dana pendidikan, biaya kesehatan, dana acara penting seperti resepsi pernikahan bahkan dana rekreasi/liburan juga dapat diajukan.
Berbagai kebutuhan dapat terpenuhi dengan produk pembiayaan FlexiFast dari Home Credit
Selain itu, pengajuan pembiayaan multiguna dengan Home Credit juga dapat dilakukan dengan cara yang sangat mudah dan cepat. Kurang dari 60 menit saja, jika aplikasi yang kita ajukan diterima maka barang yang kita butuhkan dapat segera dibawa pulang dengan uang muka tidak begitu besar. Kita jadi tidak perlu kartu kredit lagi untuk membeli barang yang kita butuhkan secara cicilan. Demikian juga dengan produk pembiayaan untuk keperluan lainnya. Pengajuan dana darurat yang kita butuhkan dapat langsung dilakukan di mana pun, tidak perlu datang ke kantor/toko, Dengan syarat pengajuan yang simple, dana yang kita ajukan dapat diterima dalam 7 hari saja. Home Credit memudahkan kita memenuhi kebutuhan dan meraih impian.

Monday, June 27, 2016

25:20

0 comments
Siang itu, gw lagi luang trus buka instagram. Scroll.. scroll.. muncul postingan foto salah satu temen gw. Foto yang nyesek banget buat gw haha huhuhu :’(
Foto apa sih?
Emm kira2 apa coba yang bikin gw nyesek ,
Apa yooo
Jawabannya adalah..
.
.
Foto temen gw itu lagi pelukan sama cowonya. Temen gw ngadep kamera sambil merem megang bunga. Jadi muka cowonya ga keliat. Hahahahaha nyesek abis kan. Tapi gw nyengir aja sih wkwkw biarlah cukup hati gw aja yang nangis. Mata air di mata kepala gw jangan sampe deh tumpeh2 cuma gara2 begituan.
Siapa sii yang gak mau dipeyuuk? :3 (youtube.com)
Hmmm... pengen tau yaa dipeluk gitu hahaha keluarga gw mah hampir2 ga pernah ada seremoni peluk cium gitu sih wkwk kecuali mungkin kl gw udah lamaaaaaaa ga ada di rumah, trus pulang. Baru deh dipeluk+dicium sayang. Itu pun kayanya cuma sama emak gw doang sih kayanya.. hehe soalnya dulu waktu mamapapa masih kerja di jkt dan gw tinggal di Serang juga gitu. Pas gw kesana mama langsung meluk nyium pipi gw hihi ;’)
Kalo gitu siapa dong yang mau meluk gw. Pacar ga punya. Ah lagian kalopun punya pacar juga ga bakal mau deh gw dipeluk2. Cukuplah my future hubby aja yang bisa grepe2in whole of mine. Aamiin.
Jujur gw mupeng banget sama temen gw itu, sekaligus juga envy abis. Ya Allah kapan ya ada lelaki gentleman yang dateng ke rumah bawa orang tuanya buat ketemu orang tua gw.. semoga secepatnya ya, haha aamiin :D
Kegalauan pengen dipeluk gitu kebawa sampe malem. Pas mau sholat teraweh gw baca2 terjemahan ayat2 Quran yang gw baca sebelumnya. Gw nyampe Al-Furqon (surat ke 25) nih ceritanya.
Trus ya, diantara ayat Al-Furqon itu ada yang jleb banget di hati. Itu tu kaya emang pas banget sama kondisi gw yang sekarang. Ayat apa sih? Artinya apaan emang??
Ayat itu artinya adalah:
“…Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan dari sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat” (Al-Furqon:20)
Duh gw jadi sediiih banget bacanya. Ini sambil ngetik mata gw berkaca2. Sedih banget. Kebaperan gw liat temen yang lagi pelukan trus jadi pengen dipeluk tu ternyata cobaan buat gw. Jadi ngapain gw envy sama suatu hal yang dilarang, kecuali sama mahrom kita? Itu dosa maee.. ga usah ngerasa sedih ngeliat dan pengen dibegituin.
Ya Allah makasih udah ingetin gw :’( gw emang hamba yang dhoif, penuh khilaf. Ampunin hamba ya Allah..
Maaf.. hamba tau itu akan indah kok di waktu yang tepat dengan orang yang tepat nanti. Yang perlu gw lakuin cuma sabar. Engkau sampai menanyakan pada hamba, mau sabar kan? Allah tu Maha Melihat. Dia melihat semua dosa2 gw. Rasanya jijik banget kalo misalnya dosa gw itu ditampilkan jadi kudis pasti kulit gw banyak kudisnya.
:'( (tumblr.com)
Gw emang pendosa sih huhuhu untung Allah Maha Baik banget, mau nyimpen semua aib2 gw biar ga keliat sama orang2, Allah emang baik banget. Gw nya aja kaya gatau diri. Udah mah cuma hamba. Huhuhu ampuni hamba ya Allah :’(

Saturday, June 25, 2016

Kasus ‘Perda Intoleran’ : Mengenal Kota Serang Lebih Dekat

0 comments
allpostersimages.com
Di awal bulan Juni 2016 atau tepatnya di bulan Ramadan 1437 Hijriyah ini ibu kota provinsi Banten, kota Serang ramai diperbincangkan di berbagai media. Penyebabnya karena insiden Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menyita makanan yang dijual oleh seorang ibu warung makan yang menjual makanannya di siang hari di bulan Ramadan. Dengan dasar Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang yang mengatur kegiatan yang dilarang di bulan Ramadan, para petugas Satpol PP itu mengambil barang dagangan sang ibu warung untuk dijadikan barang bukti pelanggaran.
Sebagai warga kota Serang, saya merasa malu dan sedih sekali dengan pemberitaan ini. Mengapa kota tempat saya tinggal ini bisa terkenal karena kasus seperti itu? Kasus tersebut amat mencemari kerukunan antarumat beragama di kota saya yang sebelumnya saya rasa baik-baik saja. Seolah-olah dengan Perda itu umat Islam tidak memberikan izin kepada umat agama selain Islam yang tidak berpuasa untuk makan di luar. Padahal tidak begitu. Tidak ada yang salah dengan Perda yang sudah berlaku hampir 6 tahun tersebut. Bagi kami sudah sangat biasa warung makan tutup di pagi hingga siang hari di bulan puasa dan baru boleh melayani pembeli di waktu menjelang berbuka hingga malam hari. Di bulan suci bagi umat Islam ini justru akan tampak sangat aneh jika ada warung makan yang secara terang-terangan dibuka. Oleh karena itulah pemeritah mengukuhkannya sebagai Perda. Perda adalah aspirasi masyarakat di daerah tempat Perda itu berlaku dan itulah aspirasi masyarakat kota Serang.
Penjual makanan dan minuman tidak merugi. Justru bisa meningkatkan omzet penjualan karena kami punya budaya buka puasa bersama (bukber) yang seringnya diadakan di luar rumah, suatu hal yang amat jarang kami lakukan di bulan-bulan yang lainnya. Teman-teman saya yang Non-Islam (noni) juga biasa ikut acara bukber atau berburu jajanan khas Ramadan juga dan kami tidak merasa keberatan. Mereka juga tidak keberatan warung tidak buka di siang hari di bulan puasa karena jika mereka tidak sanggup memasak makanannya sendiri (seperti untuk orang sakit dan penghuni kos/kontrakan sederhana) biasanya mereka sudah menyiapkan makanan di sore hari sebelumnya. Ada juga biasanya ibu kos yang menyediakan sarapan untuk anak kosnya yang noni. Perda itu sama sekali bukan masalah bagi kami. Kami saling menghormati dan menghargai.
Mayoritas masyarakat Serang beragama Islam. Kebanyakan perempuan disini juga berkerudung, mulai dari anak-anak hingga para perempuan dewasa. Disini kerudung sudah seperti satu budaya (culture). Perempuan Islam yang tidak memakai kerudung saat bepergian akan tampak aneh/tidak biasa. Disamping itu, disini juga ada masyarakat yang memiliki keyakinan lain, seperti Kristen, Katolik, Konghucu, Buddha dan Hindu. Semua agama yang diakui di negara ini ada dalam masyarakat kami. Karena memiliki komunitasnya, hampir tiap agama juga memiliki rumah ibadah dan sekolah agama masing-masing di kota ini. Rasanya kami ‘cuek’ saja dengan keyakinan tiap orang. Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku, ayat Al-Quran itu sepertinya menjadi pegangan bagi kami disini. Di hari minggu, saya cukup sering satu angkutan kota (angkot) dengan penumpang yang membaca Alkitab. Rasanya salut sekali, orang itu tampak begitu taat dengan agamanya, memotivasi saya untuk taat juga menjalankan agama saya.
Di silabus, pelajaran agama di sekolah-sekolah negeri kami menggunakan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai rujukan pembelajaran. Teman-teman yang noni yang bersekolah di sekolah umum bebas mau ikut belajar PAI di kelas atau tidak. Jika tidak ikut pelajaran PAI di kelas, mereka diwajibkan belajar agama di rumah ibadah. Ketika ujian agama, teman-teman yang noni mendapat soal khusus yang kalau tidak salah dikirimkan dari rumah ibadah mereka. Jadi kami mengerjakan soal pelajaran agama sesuai keyakinan kami masing-masing. Tidak ada yang keberatan dengan sistem ini karena di sekolah umum (negeri) biasanya hanya ada sedikit murid noni dan akan terasa ‘tanggung’ jika tiap kelas/tingkat memiliki jam pelajaran agama masing-masing sesuai keyakinannya.
Kasus razia warung makan di siang hari di bulan Ramadan di kota Serang itu terlalu dibesar-besarkan. Penutupan warung makan saat siang hari di bulan puasa disini bukan hanya berlaku untuk warung-warung kecil saja, tapi restoran dan café juga mendapat perlakukan yang sama. Pemberlakukan Perda itu juga bukan karena kami akan tergoda jika tempat makan tersebut buka, saya pikir ini hanya untuk harmonisasi saja. Sama seperti Perda larangan berjualan di hari minggu di beberapa kota di Papua. Saya yakin bahwa Perda di Papua itu diterapkan bukan karena masyarakat Kristiani disana memiliki iman yang lemah sehingga aktivitas perjualan ditiadakan, tapi untuk mengharmonisasikan Ibadah Minggu yang mereka lakukan. Begitu pun dengan kami. Masyarakat kita sudah cukup dewasa untuk dapat saling menghormati satu sama lain. Untuk apa mempermasalahkan hal yang kita tidak tahu bagaimana kondisi sebenarnya?

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog yang diselenggarakan oleh ICRS dan Sebangsa.